Hari Pengganti Mantenan


Hari Pengganti Mantenan

Hari Pengganti Mantenan

Hari Pengganti Mantenan

Seminggu sebelum acara, undangan itu tiba. (di artikel, Tamu Tak Terduga)

Sayangnya, karena tanggalnya bertepatan dengan agenda yang sudah kami persiapkan, 

kami terpaksa tidak bisa hadir pada tanggal 5 September itu. 

(Mungkin lain kali saat liburan! Hehehe...)


Namun, pada hari Sabtu tanggal 6 September, 

kami berempat menyempatkan diri untuk mengunjungi kediaman beliau di Jl. Sunan Muria 109, Probolinggo. 
Kebetulan Prima dan Almas mau periksa kehamilan jadi kita bersama-sama kesana, sambil menyelam minum air...😅

Awalnya, sempat ragu karena rumahnya tampak berbeda dari yang saya bayangkan. 

Di sana, ada seorang tamu lain yang meyakinkan bahwa itu memang rumah P. Harsono. 

Kami pun turun dari mobil dan menunggu giliran. 

Ternyata, banyak kepala desa yang datang bertamu. 

Baru kali ini saya mengerti bahwa acara pernikahan putra seorang Kapolsek dihadiri oleh banyak tokoh, 

mulai dari kepala desa hingga aparat. 

Bahkan, Walikota Probolinggo pun hadir saat acara pernikahan di Paseban Sena.


Putra-putri keluarga itu tampak sibuk melayani tamu orang tua mereka, 

tanpa mengandalkan pembantu. 

Benar-benar keluarga ideal, di mana anak-anaknya mandiri dan mengerti kebutuhan orang tua, 

bahkan untuk hal-hal sederhana seperti membawakan minuman dan kue.


Setelah para kepala desa berpamitan, kami berkesempatan mengobrol panjang lebar dengan tuan rumah. 

Kebetulan, Harsono dan Chandra adalah pasangan yang sama-sama teman SMP dulu di Surabaya. 

Kami bernostalgia tentang masa lalu, mengenang masa-masa "jelek" dulu (kwkwkw...), 

kecuali Chandra yang memang sudah cantik dan berada sejak kecil (hihihi...).


Saat kami berpamitan, Chandra berpesan, 

"Aku tunggu ya, dan kabari, baik itu berita yang menggembirakan maupun yang sedih,

" karena kami sudah seperti saudara di kota kecil Probolinggo ini.

Taraaaa....

Mengunjungi Rumah Undra dan Rani.

Mengunjungi Rumah Undra dan Rani.

Mengunjungi Rumah Undra dan Rani.


Berikutnya Mengunjungi Rumah Undra dan Rani.

Agak sulit bagi Prima untuk bermanuver karena jalan yang tidak terlalu lebar, 

sehingga harus masuk ke pelataran agar bisa berbelok dengan leluasa.


Setelah berpamitan, kami melanjutkan perjalanan 

untuk melihat perkembangan pembangunan rumah Undra dan Rani. 

Perumahannya sedang dibangun, 

dan tampaknya akan menjadi kompleks perumahan yang sangat besar 

karena lokasinya yang strategis, dekat dengan kota dan perkantoran. 

Jalan utamanya memang agak sempit, tetapi bagian dalamnya lebih lebar. 

Menurut Feng shui rumah ngantong adalah lahan atau rumah yang

bagian depannya sempit dan melebar ke belakang, mirip bentuk gentong.

Lokasinya di Jl. PO. Nusantara. 


Saya agak lupa nomornya, tetapi mereka membeli dua rumah yang dijadikan satu, 

sehingga bisa dimodifikasi sesuai keinginan. 

Kalau tidak salah, di D17-D19. Semoga pembangunannya segera selesai, 

sehingga urusan riwa-riwi membereskan peralatan dapur bisa segera dimulai!


[Artikel terkait: Tamu Tak Terduga](https://kasunyatanpribadi.blogspot.com/2025/08/tamu-tak-terduga.html) 

Popular posts from this blog