Posts

Misi Jemput Rachman (Part 2)

Image
Mampir Ngopi di Tengah Perjalanan Panjang Mobil mulai melaju kencang di Tol Gempol-Pasuruan. Karena butuh asupan kafein, kami memutuskan untuk istirahat sejenak di Rest Area KM 792 B arah Gempol. Perjalanan sebenarnya masih sangat jauh, bahkan Bangil pun belum terlewati. Kami langsung memesan kopi di Kenangan dan memarkir mobil di depan Toko Basmalah . Ternyata, antreannya mengular panjang sekali karena jumlah pegawai yang bertugas sedang terbatas. Setelah sekian lama menunggu, pesanan akhirnya jadi. Rani dan Prima pun berjalan kembali ke mobil. Sialnya, sedotan Rani jatuh, sementara Prima yang membawakan kopiku dan kopinya sendiri justru tidak sengaja membenturkan kopi milikku ke pintu mobil. Pyarr! Kopi yang sedari tadi kutunggu-tunggu tumpah tak bersisa. Terpaksa, Prima harus kembali mengantre lagi dari awal. Akibat insiden kopi tersebut, kami baru keluar Tol Singosari mendekati pukul 11.30 WIB. Di pintu keluar ini aku sempat ragu, kukira jalurnya masih jauh ke arah selatan, tap...

Misi Jemput Rachman (Part 1)

Image
Misi Jemput Rachman  (Part 1)  Sebuah Perjalanan Penuh Tanda Tanya  K ecemasan itu sudah mengendap sejak lama di hati kami. Sudah lama kami berniat menjemput Rachman dari kosannya di daerah Merak 2 No. 11, Malang. Namun, apa daya, Lebaran tahun ini ia tidak pulang. Bukan sekadar tidak pulang, komunikasi pun seolah terputus. Pesan WhatsApp dari saudara-saudaranya tak kunjung dibalas. Diamnya Rachman memunculkan ribuan pertanyaan dan kekhawatiran di benak kami. Kami takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Kami takut dengan hal-hal di luar dugaan. Akhirnya, keputusan bulat diambil. Pada tanggal 27 Maret 2026 , hari Jumat, tepat seminggu setelah Lebaran, kami bertekad berangkat menjemputnya. Kita bertujuh, Ayah, Ibuk, Prima, Almas, Undra dan Rani. Tak Lupa si ganteng Edgar juga diajak serta... Persiapan dan Kendaraan   Mengingat anggota rombongan cukup banyak, yaitu 7 orang dewasa dan 1 bayi (plus Rachman kalau sdh saat pulangnya) , mobil andalan kami, Suzuki Escu...

"Teman Waktu di Leces (2)"

Image
  "Teman Waktu di Leces (2)" Tepat di depan rumah Cak Agus Heri, aku hendak mengulurkan salam lebih dulu seperti biasa.  Namun Cak Munif mendahului. Terpaksa kususul dengan salam tambahan agar tak terasa hambar. Tak lama, terdengar jawaban dari dalam rumah.  Sejujurnya, kami tak yakin tuan rumah ada—kami datang persis waktu Dhuhur, dan Cak Agus dikenal rajin ke mushola atau masjid.  Tapi seperti kata pepatah: malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih.  Hari itu keberuntungan berpihak pada kami.  Ternyata ia ada di rumah. Dengan raut penuh tanda tanya, Cak Agus beserta istrinya menyambut kami.  Mungkin karena posisinya sebagai Ketua RW, kedatangan tamu tak lagi mengherankan baginya.  Yang mengejutkan: ia tak lupa padaku.  Tangannya kujabat erat, tubuhnya kudekap—rasa rindu yang tertahan puluhan tahun tiba-tiba menggenang.  Namun ia tampak penasaran dengan sosok di sampingku.  Agak pangling. Munif nyeletuk, "Biarkan saja bingu...

Teman Waktu di Leces

Image
 Teman Waktu di Leces Kamis, 29 Januari 2026 . Pagi masih malu-malu menyelinap lewat celah tirai ketika notifikasi WhatsApp bergetar pelan di genggaman.  Sebuah kabar duka muncul di grup lama, grup yang dulu dibuat Pak Ali Mas'ud, kepala bagian yang karier gemilangnya membawanya hingga menjadi Kepala Dinas. Sekarang malah rumahnya sekitar 1 km dari rumahku...  Ada khabar dari Cak Priambodo, Isinya memberitakan kepergian Zainul Arifin, teman sekaligus tetangga di Perumahan KLI (Kertas Leces Indah) , Desa Tegalsiwalan, Probolinggo. Zainul—lahir 1963, berpulang Rabu, 28 Januari 2026.  Namanya langsung mengusik memori lama.  Dulu, di masa muda yang penuh gejolak, aku sering dijadikan "obat nyamuk" Pernah diajak kerumah Watio di Daerah Wonokromo atau di Rumah Kostannya di daerah Satelit Leces. Meski teman-temannya mengolok2 aku, tapi aku ngga merasa risih... B-Aja kata anak jaman now... Segera kuforward kabar itu ke Cak Munif, sahabat karib Zainul. Cak Munif ya...

Menunggu Hasil Lab

Image
 Menunggu  Hasil Lab Rabu siang, 7 Januari 2026, jarum jam tepat menunjuk angka dua belas ketika Edgar kembali menjalani kontrol. Ruang perawatan bayi dipenuhi aroma antiseptik dan suara mesin yang berdengung pelan. Hasil laboratorium itu kembali muncul di layar: bilirubin 18 . Angka yang sama, angka yang membuat jantung orang tua mana pun berdebar. Perawat kesehatan yang bertugas menyampaikan keterangan dengan nada datar dan terburu-buru. Penjelasannya terasa kaku, bahkan cenderung berbeda arah dengan penjelasan yang sebelumnya mereka dengar. “Masih tinggi, harus ini dan itu,” katanya singkat, tanpa memberi ruang untuk memahami maknanya. Almas pun bingung. Bukan karena informasinya, tetapi karena cara penyampaiannya yang membuat cemas tumbuh tanpa pegangan. Perawat itu belum beranjak dari situ tiba-tiba seorang Dokter berkata dengan nada cukup tinggi ke arah perawat tersebut "Kamu jangan mengintervensi Dokter Ya !" .. (rupanya sikap Perawat itu agak kelewatan sehingga dokt...

TILIK BAYI

Image
 "TILIK BAYI" Siang itu rumah terasa lebih hidup dari biasanya.  Datang tiga tamu istimewa: Bu Jasmadi, Bu Yoza, dan Bu Ratmono.  Orang Jawa bilang, ini namanya tilik bayi menjenguk bayi sekaligus menyambung silaturahmi.  Tapi rasanya bukan sekadar tilik bayi biasa.  Ada cerita, tawa, dan pelajaran hidup yang mengalir begitu saja. Vibes mereka memang berbeda. Bu Jasmadi, lulusan FISIP Unair, berbicara lugas dan reflektif.  Bu Yoza, seorang akuntan, tenang namun penuh kisah.  Sementara Bu Ratmono, dokter hewan lulusan UGM, hadir dengan gaya khas yang membumi.  Latar belakang yang berbeda, tapi justru itulah yang membuat obrolan semakin kaya. Asal-usul mereka pun beragam. Bu Jasmadi berasal dari Bojonegoro, sementara Pak Jasmadi dari Lamongan.  Bu Yoza ternyata dari Aceh.  Cerita jodohnya cukup menggelitik—dulu Pak Yoza pernah ngekos di rumah Bu Yoza,  Bahkan sekolah dasar mereka sama, namun tak pernah saling mengenal.  Takdir ju...

IZYAN SANG PENDAR CAHAYA

Image
CERITA KELAHIRAN DI RSU AMANAH: HARI DI MANA IZYAN MENJADI SANG PENDAR CAHAYA Kamis, 1 Januari 2026. Matahari pagi baru saja hangatkan Kota Probolinggo. Tapi, di Ruang Amirah 2 RSU Amanah, kami sudah sibuk dalam sebuah puncak keajaiban yang panjang sembilan bulan. Putri kami, Geyandari Almas, adalah kesatria sejati. Melalui proses persalinan yang lancar luar biasa, dia berjuang dengan tabah. Namun, sang putra mahkota ternyata seorang yang tangguh dan berukuran heroik: 4 kilogram lebih 25 ons! Keputusan bijak dr. Budhi Prasetia Santoso, Sp.OG, demi keselamatan ibu dan anak, membawa kami ke ruang operasi dengan langkah percaya. Dan… pada pukul 09.13 WIB, tangisnya mengisi udara. Suara itu bukan tangis biasa, tapi orkestra paling indah yang pernah kami dengar. Edgar Izyan Hanugraha hadir ke dunia. Sebuah nama yang bermakna “penuh kemakmuran” dan “cahaya”. Berat 4025 gram dan tinggi 49 cm, seorang bayi laki-laki yang gagah sejak napas pertamanya. Ruangan yang kami pilih, Amirah 2, adalah s...