Sabtu yang Penuh Syukur 3
Sore Menuju Malam & Refleksi Ketika Berkah Bersembunyi di Hal Sederhana Usai makan dan acara inti selesai, kami kembali ke rumah Mas Undra dan Mbak Rani. Kejutan kecil menanti: tepat di sebelah rumah mereka, sedang berlangsung acara selamatan tujuh bulanan (*tingkeban*). Kami duduk santai, menikmati sisa sore, dan berbincang ringan sampai azan Maghrib berkumandang. Tak lama kemudian, Mas Prima, Mbak Almas, dan si kecil Edgar berpamitan menuju Kraksaan. Suasana haru bercampur lega. Alhamdulillah, seluruh rangkaian hari berjalan khidmat dan penuh makna. Sebenarnya da hal yang diluar dugaan, yaitu Edgar saat pulang, begitu mobilnya mengelilingi perumahan, dia menjerit sekeras-kerasnya.. alhasil Bapaknya memutar lagi dan balik lagi kerumah. Kitapun kaget...ada apa dan apa yang terjadi.. begitu tahu penyebabnya kita juga ikut lega... Ternyata dia “Kagol“ karena begitu mau bubuk terpaksa dibangunkan karena pindah tempat dll... begitu bolak-bal...