Pagi yang Tak Terduga.
Pagi yang Tak Terduga, Obrolan yang Menghangatkan Pagi itu, aku sengaja berjemur di depan rumah dengan membelakangi pagar, berniat menghangatkan punggung. Kebetulan, rumahku menghadap ke timur, sehingga sinar matahari pagi menyapa dengan lembut dan hangat. Tak berapa lama, suara mesin mobil pickup terdengar dan berhenti tepat di depan pagar. Aku hanya diam, mengira itu kendaraan tamu tetangga yang sedang parkir sejenak. Namun, beberapa menit kemudian, pengemudinya turun dan bersuara agak lantang , “Kasur yang sebelah mana, Pak, yang akan diangkut?” Aku terhenyak, segera berdiri dan menghampirinya. Sempat terkejut, kupikir ia datang untuk mengambil paket milik Rani. Ternyata, yang turun adalah Cak Pandu , teman lamaku semasa bekerja di Pabrik POMI. Wajahnya masih familiar, sikapnya pun tetap bersahaja, sama sekali tak menunjukkan kesan sombong meski tahun telah berganti. Kami pun mengobrol singkat . Cak Pandu kini telah menjadi kakek dari empat...