Posts

Perjalanan Pulang

Image
  "Perjalanan Pulang" Menembus Kabut Menuju Probolinggo 1. Memasuki Dunia di Atas Awan Setelah momen emosional di Malang usai, kami memulai perjalanan pulang menuju Probolinggo. Memasuki ruas Tol Malang-Pandaan (Mapan) , suasana seketika berubah. Di sekitar area Lawang hingga Purwodadi, kabut tebal mulai turun menyelimuti aspal hitam, seolah-olah kami sedang berpindah ke dimensi lain. Udara malam yang dingin terasa merasuk ke dalam kabin. Di sisi kiri dan kanan, kemegahan gunung yang tadi siang tampak gagah kini hilang ditelan putihnya halimun. Rasanya sangat mistis, seolah-olah kami sedang berkendara di "atas awan" dalam sebuah jalur lurus yang tak berujung. 2. Tantangan Adrenalin di Jalur Gempol Perjalanan berlanjut menuju Tol Gempol . Di sini, kabut bukan lagi sekadar hiasan, melainkan tantangan nyata bagi kewaspadaan. Pandangan menjadi sangat terbatas, memaksa kami untuk lebih waspada. Lampu hazard dari kendaraan di depan sesekali berkedip, memberi tanda darura...

Misi Jemput Rachman (Part 5)

Image
Momen Ngopi dan Sebuah Pencerahan 1. Pencarian Tempat yang Sempat "Salah Alamat" Drama kecil dimulai saat kami tiba di lokasi tujuan utama pilihan Rachman: Kogu Café di Jalan Welirang. Sebenarnya, feeling kami sudah pas, bahkan Prima langsung menunjuk ke sana saat tukang parkir memberi aba-aba. Namun, begitu turun dari mobil, kenyataan tak sesuai harapan. Suasana kafe ternyata penuh sesak dan sangat bising—bukan suasana yang kami butuhkan untuk obrolan intim sekeluarga. Kogu Café Sempat terjadi debat kecil di antara kami. Di sisi kiri ada kafe lain yang terlihat menarik, namun setelah berembug sejenak, pilihan akhirnya jatuh pada Cafe Sunkissed . Pilihan yang ternyata sangat tepat. Kafe ini memiliki konsep family-friendly yang hangat, lengkap dengan area bermain anak dan ruang-ruang diskusi yang nyaman. Fasilitasnya lengkap, mulai dari area indoor-outdoor yang lega hingga pelayanan yang ramah, menciptakan atmosfer yang sempurna bagi kami untuk mulai membuka hati. Cafe Sunk...

Misi Jemput Rachman (Part 4)

Image
  Makan Siang Petualangan Kuliner di Kota Malang Siang itu, kami memutuskan untuk mampir terlebih dahulu ke kosan Rachman di Jalan Bunga Merak II nomor 11. Rencananya sederhana: sambil menjemput dia, sekalian meminta petunjuk arah karena hanya Rachman yang tahu persis lokasi rumah makan yang kami tuju. Kosan yang ditempati Rachman ini sebenarnya adalah kosan keduanya. Kosan pertamanya masih berada di sekitar situ, satu gang yang sama. Namun, naas menimpa ketika motor Rachman sempat dicuri, padahal sudah ditempatkan di garasi rumah. Sayangnya, Rachman mengakui dirinya cukup teledor—kunci motor masih menancap di kontak. "Yaa, hitung-hitung sedekah..." ucapnya sambil tertawa kecil, mencoba mengikhlaskan kejadian itu dengan humor.   Setelah Rachman naik dan bergabung dengan kami, kami pun melanjutkan perjalanan menuju rumah makan yang sudah hafal betul dia ketahui di daerah situ. Tujuan kami adalah Warung Lesehan Yogyakarta , yang beralamat di: Jl. Kendal Sari Bar...

Misi Jemput Rachman (Part 3)

Image
  KE RUMAH FINA Awalnya, aku tak berniat turun dari mobil. Kukira kunjungan ini hanya akan berlangsung sebentar: sekadar memesan kue, lalu langsung melanjutkan perjalanan ke rumah makan untuk santap siang. Namun, waktu Dhuhr telah tiba, dan aku memutuskan untuk sekalian menjamaknya dengan Ashar. Ditambah lagi, ada keperluan mendesak yang harus kutunaikan, mau tak mau aku pun ikut melangkah keluar. Kami tiba di Rumah Fina, yang terletak di Perumahan Graha Swarna Residence ,  di Jalan Ikan Kakap No. 9, Tunjungsekar, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.  Setelah masuk gerbang kita lurus terus sampai mentok, baru kemudian memutar ke kanan kira-kira 3 rumah di depan itu kita sdh nyampai. Tepat di tulisan 'D' itulah rumah Pak Farji Rumah milik Pak Fajri, ayah Fina , terlihat cukup lega untuk ukuran perumahan di kawasan ini. Dari lebar muka yang mencapai enam meter, kusimpulkan luas tanahnya sedikit di atas 120 meter persegi, membentang sekitar dua puluh meter ke arah belakang. S...

Misi Jemput Rachman (Part 2)

Image
Mampir Ngopi di Tengah Perjalanan Panjang Mobil mulai melaju kencang di Tol Gempol-Pasuruan. Karena butuh asupan kafein, kami memutuskan untuk istirahat sejenak di Rest Area KM 792 B arah Gempol. Perjalanan sebenarnya masih sangat jauh, bahkan Bangil pun belum terlewati. Kami langsung memesan kopi di Kenangan dan memarkir mobil di depan Toko Basmalah . Ternyata, antreannya mengular panjang sekali karena jumlah pegawai yang bertugas sedang terbatas. Setelah sekian lama menunggu, pesanan akhirnya jadi. Rani dan Prima pun berjalan kembali ke mobil. Sialnya, sedotan Rani jatuh, sementara Prima yang membawakan kopiku dan kopinya sendiri justru tidak sengaja membenturkan kopi milikku ke pintu mobil. Pyarr! Kopi yang sedari tadi kutunggu-tunggu tumpah tak bersisa. Terpaksa, Prima harus kembali mengantre lagi dari awal. Akibat insiden kopi tersebut, kami baru keluar Tol Singosari mendekati pukul 11.30 WIB. Di pintu keluar ini aku sempat ragu, kukira jalurnya masih jauh ke arah selatan, tap...

Misi Jemput Rachman (Part 1)

Image
Misi Jemput Rachman  (Part 1)  Sebuah Perjalanan Penuh Tanda Tanya  K ecemasan itu sudah mengendap sejak lama di hati kami. Sudah lama kami berniat menjemput Rachman dari kosannya di daerah Merak 2 No. 11, Malang. Namun, apa daya, Lebaran tahun ini ia tidak pulang. Bukan sekadar tidak pulang, komunikasi pun seolah terputus. Pesan WhatsApp dari saudara-saudaranya tak kunjung dibalas. Diamnya Rachman memunculkan ribuan pertanyaan dan kekhawatiran di benak kami. Kami takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Kami takut dengan hal-hal di luar dugaan. Akhirnya, keputusan bulat diambil. Pada tanggal 27 Maret 2026 , hari Jumat, tepat seminggu setelah Lebaran, kami bertekad berangkat menjemputnya. Kita bertujuh, Ayah, Ibuk, Prima, Almas, Undra dan Rani. Tak Lupa si ganteng Edgar juga diajak serta... Persiapan dan Kendaraan   Mengingat anggota rombongan cukup banyak, yaitu 7 orang dewasa dan 1 bayi (plus Rachman kalau sdh saat pulangnya) , mobil andalan kami, Suzuki Escu...

"Teman Waktu di Leces (2)"

Image
  "Teman Waktu di Leces (2)" Tepat di depan rumah Cak Agus Heri, aku hendak mengulurkan salam lebih dulu seperti biasa.  Namun Cak Munif mendahului. Terpaksa kususul dengan salam tambahan agar tak terasa hambar. Tak lama, terdengar jawaban dari dalam rumah.  Sejujurnya, kami tak yakin tuan rumah ada—kami datang persis waktu Dhuhur, dan Cak Agus dikenal rajin ke mushola atau masjid.  Tapi seperti kata pepatah: malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih.  Hari itu keberuntungan berpihak pada kami.  Ternyata ia ada di rumah. Dengan raut penuh tanda tanya, Cak Agus beserta istrinya menyambut kami.  Mungkin karena posisinya sebagai Ketua RW, kedatangan tamu tak lagi mengherankan baginya.  Yang mengejutkan: ia tak lupa padaku.  Tangannya kujabat erat, tubuhnya kudekap—rasa rindu yang tertahan puluhan tahun tiba-tiba menggenang.  Namun ia tampak penasaran dengan sosok di sampingku.  Agak pangling. Munif nyeletuk, "Biarkan saja bingu...