Posts

Sabtu yang Penuh Syukur 3

Image
   Sore Menuju Malam & Refleksi Ketika Berkah Bersembunyi di Hal Sederhana   Usai makan dan acara inti selesai, kami kembali ke rumah Mas Undra dan Mbak Rani. Kejutan kecil menanti: tepat di sebelah rumah mereka, sedang berlangsung acara selamatan tujuh bulanan (*tingkeban*). Kami duduk santai, menikmati sisa sore, dan berbincang ringan sampai azan Maghrib berkumandang.   Tak lama kemudian, Mas Prima, Mbak Almas, dan si kecil Edgar berpamitan menuju Kraksaan. Suasana haru bercampur lega. Alhamdulillah, seluruh rangkaian hari berjalan khidmat dan penuh makna.   Sebenarnya da hal yang diluar dugaan, yaitu Edgar saat pulang, begitu mobilnya mengelilingi perumahan, dia menjerit sekeras-kerasnya.. alhasil Bapaknya memutar lagi dan balik lagi kerumah. Kitapun kaget...ada apa dan apa yang terjadi.. begitu tahu penyebabnya kita juga ikut lega... Ternyata dia “Kagol“ karena begitu mau bubuk terpaksa dibangunkan karena pindah tempat dll... begitu bolak-bal...

Sabtu yang Penuh Syukur 2

Image
  Inti Tasyakuran & Syukur Empat Alasan Syukur di Meja Makan Keluarga Sebelum piring terisi, hati kami sudah lebih dulu dipenuhi rasa syukur. Siang itu, meja makan keluarga bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan ruang kecil tempat kami menggelar tasyakuran sederhana. Ibu membuka dengan suara lembut: “Kita sengaja berkumpul disini agar untuk bisa mewujudkan rasa syukur kita. serta untuk mengingatkan diri sendiri atas nikmat yang sering terlewat.” Empat alasan yang membuat kita bersyukur pada sore hari ini: 1️⃣ Doa keselamatan untuk seluruh keluarga besar. Yang sehat, yang sedang berjuang, dan yang rindu kami kumpulkan lagi. 2️⃣ Rezeki tak terduga untuk Ayah. Empat tahun purnabakti, ternyata masih ada kejutan berupa gogrokan yang membuat beliau tersenyum lebar. 3️⃣ Ibu resmi naik pangkat dari PNS Gol. IV/A ke IV/B. Sebuah pengingat bahwa kesetiaan pada tugas selalu punya jalannya sendiri. 4️⃣ Mas Prima akhirnya membawa pulang mobil baru. Pagi tadi, kami semua meluncur bersam...

Sabtu yang Penuh Syukur 1

Image
  Sabtu yang Penuh Syukur Tasyakuran Keluarga, Mobil Baru, dan Berkah yang Tak Terduga Sabtu Siang, 2 Mei 2026 Jarum jam baru saja menyentuh angka 13.30 ketika kami mulai melaju. Tujuan kali ini sederhana: Resto Oren , yang letaknya persis di jantung kota. Sebelum berangkat, kami singgah sebentar ke Perumahan Graha Tata Nusantara, Jl. PO Nusantara , Kanigaran, untuk menjemput Mas Undra dan Mbak Rani. Total ada tujuh orang dewasa plus satu bayi lucu bernama Edgar yang usianya baru empat bulan. Awalnya kukira sesak, tapi ternyata mobil baru Daihatsu Terios milik Mas Prima ternyata cukup lapang. Mobil ini baru dua minggu dirakit, sehingga aroma khas “mobil baru” masih terasa hangat di kabin. Yang paling kusyukuri, joknya empuk dan nyaman, persis seperti yang kuinginkan, mengingat punggungku kurang cocok dengan kursi yang terlalu keras. Sepanjang jalan, obrolan mengalir ringan. Cerita soal pekerjaan, perkembangan Edgar yang mulai bisa tengkurap, hingga rencana liburan kecil ...

Pagi yang Tak Terduga.

Image
  Pagi yang Tak Terduga, Obrolan yang Menghangatkan   Pagi itu, aku sengaja berjemur di depan rumah dengan membelakangi pagar, berniat menghangatkan punggung. Kebetulan, rumahku menghadap ke timur, sehingga sinar matahari pagi menyapa dengan lembut dan hangat. Tak berapa lama, suara mesin mobil pickup terdengar dan berhenti tepat di depan pagar. Aku hanya diam, mengira itu kendaraan tamu tetangga yang sedang parkir sejenak. Namun, beberapa menit kemudian, pengemudinya turun dan bersuara agak lantang , “Kasur yang sebelah mana, Pak, yang akan diangkut?”   Aku terhenyak, segera berdiri dan menghampirinya. Sempat terkejut, kupikir ia datang untuk mengambil paket milik Rani. Ternyata, yang turun adalah Cak Pandu , teman lamaku semasa bekerja di Pabrik POMI. Wajahnya masih familiar, sikapnya pun tetap bersahaja, sama sekali tak menunjukkan kesan sombong meski tahun telah berganti.   Kami pun mengobrol singkat . Cak Pandu kini telah menjadi kakek dari empat...

Menempati Rumah Baru (2)

Image
Menempati Rumah Baru (2) Rumah Undra dan Rani tampak cukup lega, Merekapun juga terlihat lega, sebuah pencapaian yang patut diapresiasi, apalagi untuk standar generasi masa kini. Sebenarnya, mereka membeli dua rumah yang berdampingan, lalu menyatukannya menjadi satu hunian. Hasilnya? Ruang yang terasa jauh lebih luas dan nyaman. Bagian dapur sengaja dirancang menyatu dengan ruang keluarga, hanya dipisahkan oleh sebuah meja dapur yang berfungsi sebagai sekat minimalis. Konsep terbuka ini membuat suasana terasa lebih hangat dan akrab. Saat berkunjung, aku sempat beristirahat sejenak di kamar depan yang sementara dialihfungsikan sebagai musala. Tak lama kemudian, Pak Henky dan Bu Agus —orang tua Undra —turut hadir. Kami pun menikmati suguhan sore sambil berbincang santai. Almas, b egitu melihat tamu datang, dengan sigap menyerahkan Edgar , bayinya yang baru berusia tiga bulan, kepada Bu Agus untuk digendong. Sementara itu, Rani iseng mencoba memainkan piano yang sudah lama tak tersentuh...