Misi Jemput Rachman (Part 1)
Misi Jemput Rachman (Part 1)
Sebuah Perjalanan Penuh Tanda Tanya
Kecemasan itu sudah mengendap sejak lama di hati kami. Sudah lama kami berniat menjemput Rachman dari kosannya di daerah Merak 2 No. 11, Malang. Namun, apa daya, Lebaran tahun ini ia tidak pulang.
Bukan sekadar tidak pulang, komunikasi pun seolah terputus. Pesan WhatsApp dari saudara-saudaranya tak kunjung dibalas. Diamnya Rachman memunculkan ribuan pertanyaan dan kekhawatiran di benak kami. Kami takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Kami takut dengan hal-hal di luar dugaan.
Akhirnya, keputusan bulat diambil. Pada tanggal 27 Maret 2026, hari Jumat, tepat seminggu setelah Lebaran, kami bertekad berangkat menjemputnya.
Kita bertujuh, Ayah, Ibuk, Prima, Almas, Undra dan Rani.
Tak Lupa si ganteng Edgar juga diajak serta...
Mengingat anggota rombongan cukup banyak, yaitu 7 orang dewasa dan 1 bayi (plus Rachman kalau sdh saat pulangnya), mobil andalan kami, Suzuki Escudo, jelas tidak memadai. Dengan sigap, Prima mengambil inisiatif untuk menyewa mobil. Berkat informasi dari media sosial Facebook, ia berhasil mendapatkan unit Daihatsu Terios. Uniknya, sebagai jaminan sewa, mobil Escudo kami tinggalkan di tempat penyewaan.
Namun, ternyata ada tantangan tersendiri. Kursi bagian belakang Daihatsu Terios cukup sempit dan bagasinya kurang memadai untuk membawa semua barang. Mau tidak mau, kami harus memaksakan diri. Demi muat, beberapa perbekalan terpaksa kami kurangi. Yang penting, misi menjemput Rachman tetap bisa berjalan.
Rencana awal, kami akan berangkat pukul 07.00 pagi. Namun, namanya juga persiapan rombongan besar, selalu ada saja yang tertunda. Jam 07.00 berlalu, dan kami baru benar-benar meluncur pada pukul 08.00 pagi.
Mampir ke "Rumah Sunduk Sate"
Sebelum meninggalkan kota Probolinggo, ada satu mampir wajib. Kami singgah ke rumah Bu Eny di Jl. Yos Sudarso Gang 5 No. 6. Kami akrab menyebut tempat ini sebagai "Rumah Sunduk Sate".
Saat tiba di lokasi, suasana terlihat sedikit berbeda. Kebetulan Bu Eny sedang menutup pagar rumahnya. Ternyata, beliau hendak segera mengantarkan ibunya ke rumah sakit. Meski terburu-buru, kami tetap sempat bersalaman dan bertukar sapa di jalan. Doa kami menyertai perjalanan beliau.
Menuju Malang: Lewat Bawah dan Tol
Perjalanan dilanjutkan melalui jalur bawah. Baru setelah mencapai perempatan Tongas, kami naik ke jalan Tol.
Di sekitar kawasan Tongas, mata kami termanjakan oleh pemandangan khas pinggiran jalan. Saya sempat melihat deretan Alpukat Miki yang dijual segar di pinggir jalan. Rasanya ingin sekali mampir dan membeli, namun melihat posisi matahari yang sudah meninggi (sudah siang), kami urungkan niat itu. Sayang, tapi waktu tidak bisa diputar ulang. Hehehe...
Perjalanan masih panjang, dan kekhawatiran akan kondisi Rachman masih membayangi. Apa yang akan kami temukan di kosan Merak 2 nanti?
Bersambung ke Part 2...
---ooo000ooo---


