Sabtu yang Penuh Syukur


Sabtu yang Penuh Syukur

 
Sabtu yang Penuh Syukur

Sabtu yang Penuh Syukur

Tasyakuran Keluarga, Mobil Baru, dan Berkah yang Tak Terduga

Sabtu Siang, 2 Mei 2026

Jarum jam baru saja menyentuh angka 13.30 ketika kami mulai melaju.

Tujuan kali ini sederhana: Resto Oren, yang letaknya persis di jantung kota.
Sebelum berangkat, kami singgah sebentar ke Perumahan Graha Tata Nusantara, Jl. PO Nusantara, Kanigaran, untuk menjemput Mas Undra dan Mbak Rani.

Total ada tujuh orang dewasa plus satu bayi lucu bernama Edgar yang usianya baru empat bulan. Awalnya kukira sesak, tapi ternyata mobil baru Daihatsu Terios milik Mas Prima ternyata cukup lapang. Mobil ini baru dau minggu dirakit, sehingga aroma khas “mobil baru” masih terasa hangat di kabin. Yang paling kusyukuri, joknya empuk dan nyaman, persis seperti yang kuinginkan, mengingat punggungku kurang cocok dengan kursi yang terlalu keras.

Sabtu yang Penuh Syukur

Sabtu yang Penuh Syukur

Sabtu yang Penuh Syukur

Sabtu yang Penuh Syukur

Sabtu yang Penuh Syukur

Sabtu yang Penuh Syukur

Sabtu yang Penuh Syukur

Sabtu yang Penuh Syukur

Sabtu yang Penuh Syukur

Sabtu yang Penuh Syukur


Sesampainya di Resto Oren, suasana cukup tenang. Kami leluasa memilih meja dan memesan hidangan sesuai selera masing-masing. Tak lama, beberapa keluarga lain pun berdatangan dan ikut memesan menu.

 Seperti biasa, tantanganku selalu di bagian makanan: pola makan rendah karbohidrat membatasi pilihanku.
Akhirnya, kuputuskan untuk memesan dua porsi dadar telur, dua porsi ayam kanton, dan segelas wedang jahe tanpa gula. Kopi? Lewat dulu saja. Stok kopi yang belum habis di rumah masih banyak, dan rasanya lebih bijak menghabiskannya pelan-pelan.

Sabtu yang Penuh Syukur

Sabtu yang Penuh Syukur

Sabtu yang Penuh Syukur

Sabtu yang Penuh Syukur

Sabtu yang Penuh Syukur

Sabtu yang Penuh Syukur

Sabtu yang Penuh Syukur

Sabtu yang Penuh Syukur

Sabtu yang Penuh Syukur

Sabtu yang Penuh Syukur

Sabtu yang Penuh Syukur

Sabtu yang Penuh Syukur

Sabtu yang Penuh Syukur

Sabtu yang Penuh Syukur

Sabtu yang Penuh Syukur

Sabtu yang Penuh Syukur


Sebelum hidangan datang, Ibu mengawali acara dengan sambutan singkat. Siang itu bukan sekadar kumpul keluarga biasa, melainkan sebuah tasyakuran kecil yang penuh makna. Ada empat alasan yang membuat hati kami meluap bersyukur:

1.    Memohon keselamatan dan perlindungan untuk seluruh keluarga.

2.    Ayah mendapat rezeki tak terduga berupa gogrokan, meski sudah empat tahun purnabakti.

3.    Ibu resmi naik pangkat dari Pegawai Negeri golongan 4A ke 4B.

4.    Mas Prima akhirnya memiliki mobil baru, Isuzu Terios yang pagi tadi kami tumpangi.

Sabtu yang Penuh Syukur

Sabtu yang Penuh Syukur

Sabtu yang Penuh Syukur

Sabtu yang Penuh Syukur

Sabtu yang Penuh Syukur


Kami merangkai doa bersama, menyerahkan segala harapan agar setiap langkah kami senantiasa dilimpahi berkah.
Setelah “Amin” bergema, hidangan pun disantap dengan lahap. Edgar? Si kecil hanya menonton dari gendongan. Usianya baru empat bulan, jadi menu hari ini hanyalah ASI dan sufor. Bahkan air putih pun belum boleh diberikan, sesuai anjuran dokter.

Usai makan dan acara inti selesai, kami kembali ke rumah Mas Undra dan Mbak Rani. Kejutan kecil menunggu di sana: tepat di sebelah rumah mereka, ada acara selamatan tujuh bulanan (tingkeban). Kami duduk santai, menikmati sisa sore, dan menunggu hingga azan Maghrib berkumandang sebelum berpamitan pulang.

 


Sabtu Malam, Menjelang Minggu

Setelah rangkaian acara selesai, Mas Prima, Mbak Almas, dan si kecil Edgar berpamitan menuju Kraksaan. Suasana haru bercampur lega. Alhamdulillah, seluruh kegiatan telah berjalan dengan sukses, khidmat, dan penuh makna.

Kadang, syukur tidak selalu datang dalam bentuk yang gemilang. Ia hadir dalam jok mobil yang empuk, wedang jahe tanpa gula yang menghangatkan, pangkat yang naik, rezeki yang tak terduga, dan keluarga yang masih bisa duduk semeja. Sabtu ini, sekali lagi, mengingatkanku bahwa berkah sering kali bersembunyi di balik hal-hal sederhana yang kita nikmati bersama.

Terima kasih untuk hari ini. Sampai jumpa di syukur berikutnya.

 

---ooo000ooo---


Popular posts from this blog

IZYAN SANG PENDAR CAHAYA ( Edgar )

Hari Pengganti Mantenan