Kehangatan Silaturahmi di Rumah Pak Wawan - Bu Wawan

Kehangatan Silaturahmi di Rumah Pak Wawan - Bu Wawan



Kehangatan Silaturahmi di Rumah Pak Wawan: Doa dan Oleh-Oleh Berkah dari Tanah Suci.


Hari itu, perjalanan silaturahmi kami berlanjut ke sebuah rumah yang penuh dengan cerita dan keberkahan.
Setelah sebelumnya berkunjung ke keluarga Pak Rochim, kini kami sampai di kediaman Pak Wawan dan Bu Wawan.
Suasana yang kami temui serupa: hangat dan penuh keramahan, meski kali ini hanya Bu Wawan yang pertama kali menyambut kami di rumah.


Senyumnya begitu lebar, matanya berbinar-binar menyambut kedatangan kami.
Antusiasme beliau langsung terasa, menghapus segala rasa lelah perjalanan.
Obrolan pun mengalir begitu saja, layaknya sungai yang tak pernah kering, dari satu cerita ke cerita lainnya, penuh canda dan tawa.


Kebetulan, waktu Ashar telah tiba dan saya belum menunaikan sholat.
Saya pun memohon izin untuk segera melaksanakannya.
Dengan sigap, Bu Wawan mempersilakan.
Saat menghadap kiblat, ingatan saya langsung melayang ke masa lalu, ke rumah di Jalan Madura No. 9.
Arah itu yang selalu menjadi patokan.
Namun, suasana di rumah ini sungguh berbeda.
Saya sempat terkejut dan agak pangling melihat betapa lapang dan "jumbo"-nya kamar mandi di sini! Ruangannya sangat luas, jauh dari kesan sempit, membuat hati ini senang dan sedikit terhibur.
Padahal dulu kuanggap biasa saja.
Memang kalau sudah tidak ditempati jadi lebih tau kelebihannya.
Usai sholat dengan tenang, obrolan seru kami pun kembali berlanjut.


Bu Wawan, seorang ibu dengan dua orang anak yang telah beranjak dewasa, berbagi cerita dengan penuh kebanggaan.
Putra sulungnya telah mandiri dan bekerja di sebuah perusahaan, Wasamitra.
Sementara putri beliau yang cantik kini sudah duduk di bangku kuliah semester 5.
Prestasi anak-anaknya adalah bukti nyata dari didikan orang tua yang penuh kasih.


Tak kalah membahagiakan, Bu Wawan juga bercerita tentang pengalaman hajinya yang baru saja dilalui.
Dengan wajah yang berbinar, beliau menuturkan bahwa perjalanan ibadahnya berjalan dengan sangat aman dan lancar.
Alhamdulillah, sebuah anugerah yang luar biasa.


Tak berapa lama kemudian, suasana bertambah meriah dengan kedatangan Pak Wawan. Beliau baru saja pulang kerja dan diantar mobil jemputan perusahaan.
Kehadirannya langsung menambah semangat dalam obrolan kami.
Ternyata, kabar baik terus berdatangan!
Pak Wawan sekarang telah naik jabatan menjadi Senior Engineer.
Mendengar kabar itu, hati kami turut bahagia. Inilah buah manis dari kesabaran, kerendahan hati, dan sifatnya yang selalu mau mengalah.
Sebuah kenaikan yang sangat pantas dan penuh berkah.

Saat kami hendak berpamitan, Rifad, Putra Sulung belaiu, juga datang dan bersalaman dengan hangat.

Kami pun menyampaikan maksud untuk pergi dan memohon doa restu untuk perjalanan kami selanjutnya.


Dengan penuh kekhusyukan, Pak Wawan memimpin doa. Suaranya lirih namun penuh pengharapan, mengalun syahdu.
Kami semua mengaminkan dengan takzim, merasakan kedamaian yang menyelimuti ruangan.
Sebagai penutup kunjungan yang sempurna, Bu Wawan dengan baik hati memberikan kami oleh-oleh khusus yang dibawanya langsung dari Tanah Suci.
Sebuah tanda mata yang bukan hanya nikmat secara lahir, tetapi juga memiliki nilai ibadah yang dalam.


Alhamdulillah ‘ala kulli hal.
Sungguh, silaturahmi sore itu adalah pengingat yang indah tentang betapa berharganya menjaga ikatan, mendengarkan cerita, dan saling mendoakan.
Terima kasih, Pak Wawan dan Bu Wawan, untuk kehangatan, inspirasi, dan keberkahannya

Popular posts from this blog

IZYAN SANG PENDAR CAHAYA ( Edgar )

Hari Pengganti Mantenan