Tamu tak terduga.

 

Tamu tak terduga.

Tamu tak terduga.


Kemarin, sekitar pukul tujuh malam, aku dan istri baru saja hendak memulai sholat berjamaah. Suasana rumah tenang, lampu temaram, saat tiba-tiba bel berbunyi.
Aku berhenti sejenak, ragu. Siapa ya, di jam segini?  


Bel berbunyi lagi—lebih jelas, lebih pasti.  

Akhirnya, aku memutuskan untuk membuka pintu.


Di depan pintu, berdiri seorang lelaki dengan senyum yang langsung mengingatkanku pada masa lalu.  

“Wah… Pak. Suharsono?!” ujarku tak percaya.  


Ya, dia—teman lama, sahabat seperjuangan saat SMP dulu di Surabaya.
Sebenarnya, aku sudah lama tahu kalau dia kini bertugas di Probolinggo. Tapi rasa sungkan selalu mengganjal.
Apalagi, sekarang dia bukan lagi anak muda biasa
Dia adalah Kompol Suharsono, S.H., M.M., Kapolsek Kademangan.  


Dengan jabatan dan seragamnya, wajar saja aku jadi segan. Bahkan, sekalipun kami pernah dekat, rasa malu membuatku tak pernah berinisiatif untuk mengunjunginya.


Tapi malam itu, dialah yang datang ke rumahku.


Tak lama berselang, istrinya, Bu Chandra, juga turun dari mobil. Ternyata dia juga temanku dari masa SMP! Kami bertiga pernah tampil bersama di acara lomba volk song di THR dulu—masih ingat betapa groginya kami saat manggung.


Obrolan pun mengalir begitu saja. Tawa, canda, dan kenangan lama kembali hidup. Tidak ada jarak, tidak ada formalitas—hanya kehangatan persahabatan yang tulus.


Aku pun teringat, beberapa waktu lalu sempat mampir ke rumahnya saat mengantarkan undangan pernikahan anak kedua kami. Kini, giliran dia yang datang untuk mengundang. Anaknya akan menikah pada 5 September nanti.


Sebelum pulang, kami sempat berfoto bersama: aku, istri, Bu Chandra, Pak Harsono, dan cucu mereka yang lucu. Sebuah momen sederhana, tapi penuh makna.


Malam itu mengingatkanku pada satu hal:  

Persahabatan sejati tak pernah lekang oleh waktu, jabatan, atau jarak.  

Dan terkadang, yang dibutuhkan hanyalah satu ketukan di pintu—untuk menghidupkan kembali benang-benang silaturahmi yang sempat renggang.

Popular posts from this blog

IZYAN SANG PENDAR CAHAYA ( Edgar )

Hari Pengganti Mantenan