🚗 JUMAT, 5 SEPTEMBER 2025 (1)

 

PAK LINDU  NAIK DAN TURUN YANG CURAM

PAK LINDU  NAIK DAN TURUN YANG CURAM

PAK LINDU  NAIK DAN TURUN YANG CURAM

PAK LINDU  NAIK DAN TURUN YANG CURAM

PAK LINDU  NAIK DAN TURUN YANG CURAM

🚗 JUMAT, 5 SEPTEMBER 2025
SILATURAHMI BERTUJUH (PLUS SATU KIJANG HERO!)

Jauh-jauh hari, kami sudah menyusun rencana besar:
Silaturahmi ke lima tempat — lima orang spesial.
Daftarnya?

  1. Pak Lindu, Gempol
  2. Santi,  Jl R A Kartini XIV A no 15 Gresik
  3. Soesanto, Simo Sidomulyo VIIA no 68A
  4. Fara — Petemon 5.
  5. Toeng — Jl. Tidar, Surabaya

Dan Alhamdulillah, hari itu kami bisa berkumpul berenam:
👉 Aku & Nyonya
👉 Prima & Almas
👉 Undra & Rani

Dan jangan lupa — Kijang kesayangan Undra, sang pahlawan transportasi!
Berkali-kali aku pinjam — dan hari itu, dia jadi tulang punggung perjalanan kami. 💪

RENCANA JAM 7 PAGI... BERANGKAT JAM 9! 😅

Sebenarnya target berangkat jam 7 pagi.
Tapi... semua persiapan dipegang Nyonya.
Aku? Cuma duduk manis — nonton sambil ngopi. Hehehe.

Belum lagi harus mampir:
📍 Jl. Juanda, Probolinggoambil lemper pesanan (wajib oleh-oleh!)
📍 Pasar Baru, beli bawang merah,  (juga buat oleh-oleh, karena katanya “lebih pedes dari sini!”)

Hasilnya?
Berangkat jam 9 pagi.
Gapapa — yang penting bahagia, kan?

🏞️ TUJUAN PERTAMA: PAK LINDU 
NAIK DAN TURUN YANG CURAM

Awalnya, Pak Lindu ada di urutan terakhir.
Tapi karena pertimbangan mood dan energi tim, kami putuskan jadi tujuan pertama.
Dan... what a ride!

Rumahnya di Dusun Ngipik, Desa Sumber Suko, Gempol
meski sudah pakai sharelok, jalannya bikin jantung deg-degan:
🔺 Tanjakan curam
🔻 Turunan terjal
🚗 Jalannya sempit — satu salah gas, bisa nyemplung ke jurang!  Alhamdulillah, kami sampai juga.

Sayangnya, Pak Lindu sedang tidak di rumah.
Beliau sedang menjaga ibunya di Gresik.

Yang menyambut kami:
Bu Lindu,  ramah dan hangat
Adik Pak Lindu, super komunikatif
Putra Pak Lindu, baru menikah, kerja di Surabaya, tinggal di Gempol, harus pulang-pergi karena istrinya kerja di Gempol.

Obrolan kami gayeng banget, ngalor-ngidul, dari keluarga, pekerjaan, sampai rencana masa depan.
Bu Lindu dan adiknya begitu terbuka , membuat suasana terasa seperti pulang ke rumah sendiri.

Setelah puas ngobrol, kami pamit.
masih banyak agenda menanti.
Tapi momen singkat itu? Sangat berkesan.

 BERSYUKUR — PERJALANAN YANG TAK SEKADAR KUNJUNGAN

Ini bukan sekadar silaturahmi.
Ini tentang menjaga tali kasih,
menghidupkan kenangan,
dan menguatkan ikatan yang tak terukur jaraknya.

Dan meski Pak Lindu tak di rumah  Kehadiran keluarganya menggantikan segalanya.
Kadang, Tuhan mengatur pertemuan bukan untuk orangnya 
tapi untuk pelajaran, kehangatan, dan rasa syukur yang lebih dalam.

Alhamdulillah. Perjalanan baru saja dimulai...

Popular posts from this blog

Hari Pengganti Mantenan