LANJUT KE GRESIK. JUMAT, 5 SEPTEMBER 2025 (2)
Setelah pamit dari rumah Pak Lindu, kami langsung tancap gas — masuk tol lagi.
Perjalanan ke Gresik cukup jauh, tapi suasana di dalam mobil? Ramai banget!
Ngobrol sambil bersahutsahutan, ketawaketiwi, plus diskusi seru soal sambutan hangat tadi.
Perjalanan panjang terasa pendek — karena kebersamaan yang bikin hati ringan.
🛣️ JUMAT DI REST AREA — BERKELINGAT MENUNGGU SHOLAT
Di tengah perjalanan, kami mampir di rest area.
Prima dan Undra langsung bergegas menunaikan sholat Jumat.
Aku? Nunggu di mobil — dan astaga, panasnya luar biasa!
Rest area hari itu penuh sesak, sulit banget nemu tempat teduh.
Hasilnya? Aku duduk berkeringat — kayak habis lari marathon. 😅
Tapi gapapa — demi silaturahmi, segala lelah jadi ringan.
🏡 SAMPAI DI RUMAH SANTY
RUMAH 200M² YANG DULU HANYA 250 RIBU!
Akhirnya sampai juga di Jl. R.A. Kartini XIV A No. 15, Gresik — rumah Santy.
Rumah ini punya cerita unik:
👉 Dulu belinya tanah kaplingan.
Dibeli tahun 80an oleh Bapaknya Santy ... hanya 250 ribu rupiah!
👉 Padahal luas tanahnya 200 meter persegi
sekarang harganya bisa bikin pusing tujuh keliling. Hehehe...
Dan kejutan lain: Santy sudah mengundang kakakkakaknya!
Yang hadir:
👵 Ibunya Santy — hangat dan penuh senyum terlihat sangat remen, sangat suka sekali kita kunjungi ini, luar-biasa.. beliau berumur 78 tahun. namun terlihat masih muda.
👩🦳 Mbak Tatik barusan pulang dari Haji. beliau berusia 59 tahun, sangat cantik terlihat paling cantik dari saudar2nya...hehehe
👨 Mas Roby yg berambut gondrong. lahir 1968
👨👩👧 Mas Hary & istrinya, katanya, Mas Hary tinggal setahun lagi pensiun! sekarang berusia 54 tahun.
Suasana jadi makin ramai, makin akrab — kayak reuni keluarga besar.
🍽️ MENU KHUSUS UNTUKKU — MASAKAN KETO OLEH SANTY!
Tak lama, kami semua diajak makan bersama.
Dan... aku dapat perlakuan spesial!
Santy sudah menyiapkan menu keto, khusus buatku!
Suiippp... rasanya pas, enak, dan bikin hati makin hangat. ❤️
Setelah makan, aku izin ke kamar mandi,
- Selesaikan “hajat” dulu (kwkwkw...)
- Lalu wudhu, dan sholat yang kujamak, biar tenang dan ikhlas melanjutkan perjalanan.
Setiap kilometer yang kami tempuh,
setiap obrolan yang kami bagi,
setiap tetes keringat dan tawa yang terlepas —
semua itu bukan cuma perjalanan fisik.
Ini perjalanan hati. Menjaga silaturahmi. Menghidupkan kenangan. Menguatkan ikatan.
Dan Alhamdulillah, meski panas, meski jauh, meski ada yang kebelet ke kamar mandi
semuanya terasa indah.
Karena kebersamaan sejati tak pernah mengenal lelah.
000ooo000
.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)
