Ke Rumah Slamet

Ke Rumah Slamet
Ke Rumah Slamet

Ke Rumah Slamet

Ke Rumah Slamet



Ke Rumah Slamet

Ke Rumah Slamet

Ke Rumah Slamet

Ke Rumah Slamet


Usai menikmati seporsi sate kambing yang gurih di Warung Sate H. Faqih 1 di Jalan Mojowarno, kami melanjutkan perjalanan tak jauh, hanya sekitar 1 kilometer.
Di sanalah, di sebuah simpang kecil, kami berbelok masuk.
Penanda utamanya? Buk Grujuk.


Kami menyebutnya Buk Grujuk karena suara aliran sungai kecil di sana yang mengalir deras—grujug-grujug—meski perbedaan ketinggian airnya hanya sekitar 1 meter. Tapi justru dari situlah nama itu lahir: grujuk, dari desau air yang tak pernah berhenti bernyanyi.


Jalan yang kami masuki bernama Jalan Gerilya—sebuah nama yang selalu melekat dalam ingatan.
Dulu, jalan ini merupakan jalan kembar, meski permukaannya masih tanah. Seiring waktu, sisi selatan tak lagi difungsikan; banyak warga membangun rumah hingga menjorok ke badan jalan. Untungnya, sisi utara kini sudah diaspal, membuat akses jadi lebih lancar.


Sesampainya di depan masjid kecil Masjid At Taqwa di ujung jalan, cukup belok kanan—kemudian ada gapura kecil kita masuk saja, dan di sanalah rumah  Slamet berdiri tenang:  

Dusun Jasem, Desa Watugaluh, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur  

(Koordinat: -7.592264, 112.210146)


Slamet adalah putra sulung dari Bulik Toyibatun.
Adiknya, Naserin, telah berpulang.
Kini, ia tinggal berdua saja dengan istrinya.
Ketiga anaknya—dua laki-laki dan satu perempuan—semuanya sudah menikah dan tinggal terpisah.

Slamet beristrikan Nur Hariroh.. mempunyai 3 orang anak

1. Heri Kuncahyono. (rumahnya di selatan rumah Slamet, dulu merupakan Kolam ikan)

2. Yudi Amir. sebelah rumah Slamet.

3. Khurotul Ahyun. (Plandaan Jombang, dibuatkan rumah oleh mertuanya)

Untuk mengisi hari dan sebagai hiburan sekaligus pengisi waktu, Slamet membuka warung sembako kecil di teras rumahnya.
Sederhana, hangat, dan penuh cerita—seperti jalan yang mengantarkan kita ke sana.

---ooo000ooo---




Popular posts from this blog

IZYAN SANG PENDAR CAHAYA ( Edgar )

Hari Pengganti Mantenan