Sabtu yang Penuh Syukur 3
Sore Menuju Malam & Refleksi
Ketika Berkah Bersembunyi di Hal Sederhana
Usai makan dan acara inti selesai, kami kembali ke rumah
Mas Undra dan Mbak Rani. Kejutan kecil menanti: tepat di sebelah rumah mereka,
sedang berlangsung acara selamatan tujuh bulanan (*tingkeban*). Kami duduk
santai, menikmati sisa sore, dan berbincang ringan sampai azan Maghrib
berkumandang.
Kitapun kaget...ada apa dan apa yang terjadi.. begitu tahu penyebabnya kita juga ikut
lega...
Ternyata dia “Kagol“ karena begitu mau bubuk terpaksa dibangunkan karena pindah
tempat dll... begitu bolak-balik, mau tidur dibangunkan lagi, sehingga dia kagol, marah namun ngga bisa
mengungkapkan..
Jadi ..
Begitu mobilnya berhenti di depan rumah, ibunya menggendongnya sebentar keluar dari
mobil, angin malam membuat nyaman dibadannya dan diapun tertidur pulas.
Seketika, Mobil segera dijalankan lagi...tanpa ada protes lagi dari Edgar, sebab anaknya sudah pulas...
Kadang, syukur tidak selalu datang dalam bentuk yang gemilang. Ia hadir dalam jok mobil yang empuk, wedang jahe yang menghangatkan tenggorokan, pangkat yang naik perlahan, rezeki yang datang di luar dugaan, dan keluarga yang masih bisa duduk semeja tanpa beban. Sabtu ini sekali lagi mengingatkanku: "Berkah sering kali bersembunyi di balik hal-hal sederhana yang kita nikmati bersama."
Terima kasih untuk hari ini. Sampai jumpa di ruang syukur berikutnya. 🌅💛
`#RefleksiMinggu #KeluargaAdalahBerkah #SyukurDalamKesederhanaan #Tingkeban #MaghribBerkah #Bagian3dari3`
---ooo000ooo---









.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)
