Berkabung 1. Perjalanan ke Kraksaan

Berkabung 1. Perjalanan ke Kraksaan




Berkabung 1. Perjalanan ke Kraksaan

 Perjalanan ke Kraksaan

Ternyata sudah ada driver yang menjemput di depan rumah. Aku cukup terkejut ketika mendengar kabar bahwa besan telah meninggal dunia akibat stroke di RS Kraksaan, Probolinggo.

Beliau meninggal dunia pada usia 65 tahun.

Mendengar kabar itu, aku langsung teringat ketika kami berkumpul bersama keluarga besar di Resto Harmoni, Malang, pada bulan Oktober tahun lalu. Saat itu suasananya masih penuh kehangatan dan kebersamaan. Rasanya baru kemarin kami masih duduk bersama, bercengkerama, dan menikmati waktu bersama keluarga.

Berkabung 1. Perjalanan ke Kraksaan

Berkabung 1. Perjalanan ke Kraksaan


Bahkan, seminggu yang lalu beliau masih bermain bersama Edgar, cucu kita yang imut dan lucu. Karena itu, kabar kepergiannya terasa begitu mendadak dan sulit dipercaya. Begitu cepat keadaan berubah; seseorang yang baru saja kita lihat dan ajak bercanda, tiba-tiba sudah tidak ada lagi.

Seperti biasa, aku duduk di depan menemani sopir. Ternyata driver tersebut adalah teman dari mantu, sekaligus kebetulan merupakan tetangga dekat.

Ketika aku menoleh ke belakang, ternyata selain Nyonya, ibunya Edgar, ada Putri, adiknya Mas Prima, yang duduk di tengah.

Rupanya Putri sudah datang sekitar pukul 3 pagi. Ia menggunakan Kereta Sangkuriang, yang berangkat dari Stasiun Surabaya Gubeng menuju Ketapang, Banyuwangi.

Pagi itu perjalanan menuju Kraksaan terasa begitu berbeda. Bukan sekadar perjalanan biasa, tetapi perjalanan untuk memenuhi panggilan keluarga dan memberikan penghormatan terakhir kepada seseorang yang baru saja meninggalkan kami.

Kepergian beliau kembali mengingatkan bahwa hidup memang begitu singkat. Kemarin masih bersama, seminggu lalu masih bercanda dengan Edgar, dan hari ini kami harus datang untuk mengantarkan beliau menuju tempat peristirahatan terakhir.


Berkabung 1. Perjalanan ke Kraksaan

Berkabung 1. Perjalanan ke Kraksaan


---ooo000ooo---

Popular posts from this blog

IZYAN SANG PENDAR CAHAYA ( Edgar )

Sabtu yang Penuh Syukur 1