Posts

Showing posts from August, 2025

Tamu tak terduga.

Image
  Kemarin, sekitar pukul tujuh malam, aku dan istri baru saja hendak memulai sholat berjamaah. Suasana rumah tenang, lampu temaram, saat tiba-tiba bel berbunyi. Aku berhenti sejenak, ragu. Siapa ya, di jam segini?   Bel berbunyi lagi—lebih jelas, lebih pasti.   Akhirnya, aku memutuskan untuk membuka pintu. Di depan pintu, berdiri seorang lelaki dengan senyum yang langsung mengingatkanku pada masa lalu.   “Wah… Pak. Suharsono?!” ujarku tak percaya.   Ya, dia—teman lama, sahabat seperjuangan saat SMP dulu di Surabaya. Sebenarnya, aku sudah lama tahu kalau dia kini bertugas di Probolinggo. Tapi rasa sungkan selalu mengganjal. Apalagi, sekarang dia bukan lagi anak muda biasa Dia adalah Kompol Suharsono, S.H., M.M ., Kapolsek Kademangan.   Dengan jabatan dan seragamnya, wajar saja aku jadi segan. Bahkan, sekalipun kami pernah dekat, rasa malu membuatku tak pernah berinisiatif untuk mengunjunginya. Tapi malam itu, dialah yang datang ke r...

Di Antara Kata dan Hati Sang Penjaga Cerita

Image
   "Di Antara Kata dan Hati:"          Sang Penjaga Cerita Di pagi yang masih dihiasi embun dan denting lonceng sekolah,  Ia masuk ke kelas dengan langkah yang tak terburu,  Namun penuh keyakinan.  Bukan membawa tongkat ajaib,  Bukan pula membawa harta, Tapi sebuah buku,  Atau kadang hanya secarik kertas kosong.  Karena yang ia butuhkan hanyalah  suara, hati, dan cerita. Ia bukan hanya guru.  Ia adalah Penjaga Narasi Sosok yang tahu bahwa di balik angka, rumus, dan teori,  Ada jiwa yang harus disentuh.  Setiap pelajaran ia bungkus dalam cerita: Tentang petani yang sabar mengajarkan arti kerja keras,  Tentang anak kecil yang bertanya tanpa malu hingga menemukan bintang,  Tentang sungai yang tak pernah menyerah meski batu menghadang. Dan murid-murid?  Mereka duduk diam, bukan karena takut,  Tapi karena terpikat.  Mata mereka bersinar,  Bukan hanya menangkap ilmu, tapi merasak...

Kunjungan Pertemanan SMP 4 Surabaya

Image
Tjuk Susatyo, Soepriyadi, Sugestiono. Pertemanan adalah salah satu harta paling berharga dalam hidup yang sering kali bermula dari momen-momen sederhana di masa sekolah. Saya ingin berbagi kisah tentang persahabatan kami yang dimulai sejak masa SMP dan hingga kini masih terjalin dengan erat, meskipun waktu telah berlalu dan jalan hidup kami berbeda-beda. Ketika SMP, kami adalah sekelompok teman yang selalu bersama, melewati berbagai pengalaman baru dan membangun kenangan tak terlupakan. Dari belajar bersama, bermain di lapangan, hingga mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, kami saling mendukung dan tumbuh bersama. Masa-masa tersebut penuh tawa, canda, dan tentu saja tantangan yang membuat ikatan kami semakin kuat. Seiring berjalannya waktu, kami melanjutkan ke jenjang yang berbeda—ada yang memilih SMA di kota lain, ada pula yang mulai sibuk dengan kegiatan lainnya. Meskipun jarak mulai memisahkan, kami tidak pernah membiarkan persahabatan ini pudar. Kami tetap berkomunikasi melalui pes...

Silaturahmi Penuh Kejutan dan Tawa di Rumah Pak Yoga & Bu Yoga

Image
Silaturahmi Penuh Kejutan dan Tawa di Rumah Pak Yoga & Bu Yoga Sebelum menuju rumah Pak Yoga, kami sudah membekali diri dengan informasi dari Bu Iwan. Jadi, kami pun langsung ' njujug'  (langsung menuju) tanpa tersesat. Kebetulan yang sangat beruntung, tepat saat kami tiba di depan rumahnya, Pak Yoga sedang bersiap berangkat ke masjid. Melihat kedatangan kami, dengan sigap dan ramah beliau mengurungkan niatnya dan langsung mengajak kami masuk. Saat melangkah ke dalam, pemandangan pertama yang mencuri perhatian adalah ruang tamunya yang terlihat sangat lapang. Rupanya, beliau memiliki tradisi unik untuk menjamu tamu dengan duduk bersila di atas karpet, tanpa kursi. Sebagai tamu, kami tentu merasa sedikit sungkan. Terlebih lagi, dengan kondisi fisik saya yang terbatas untuk duduk di lantai. Begitu Pak Yoga mengambilkan sebuah kursi untuk saya, spontan saya berkomentar, "Lho, kok persis sama dengan kursinya Pak Wawan?" Dengan senyum mengembang, Pak Yoga menjawab sant...

Judul: Sambutan Hangat Khas Tulungagung di Rumah Pak Iwan dan Bu Iwan

Image
Sambutan Hangat Khas Tulungagung di Rumah Pak Iwan dan Bu Iwan Perjalanan silaturahmi kami lanjutkan ke tetangga sebelah. Meski rumah Pak Iwan dan Bu Iwan masih satu jalan dengan Pak Wawan, alamat pastinya masih menjadi misteri bagi kami. Beruntung, petunjuk dari Pak Wawan tadi sangat membantu: "Jalan Madura juga, nomor 14." Ingatanku melayang, oh, dulu tempat ini似乎 ditempati oleh anak seorang chemist. Pintu terbuka, dan kami disambut oleh Bu Iwan dengan energi yang begitu hangat. Beliau, yang sehari-hari mengabdi sebagai Satpol PP Kraksaan, sedang ditemani oleh putra-putranya di rumah. Sementara itu, Pak Iwan masih bertugas di pabrik sebagai Shift Supervisor di bagian Produksi. Keluarga ini dikaruniai tiga orang putra yang sudah mandiri semua. "Artinya tidak repot-repot masak," canda Bu Iwan. Semua kebutuhan makanan bisa dipenuhi dengan mudah di kantin perumahan atau koperasi. Sungguh sebuah kemandirian keluarga yang patut diacungi jempol. Obrolan pun sampai pada c...

Kehangatan Silaturahmi di Rumah Pak Wawan - Bu Wawan

Image
Kehangatan Silaturahmi di Rumah Pak Wawan: Doa dan Oleh-Oleh Berkah dari Tanah Suci. Hari itu, perjalanan silaturahmi kami berlanjut ke sebuah rumah yang penuh dengan cerita dan keberkahan. Setelah sebelumnya berkunjung ke keluarga Pak Rochim, kini kami sampai di kediaman Pak Wawan dan Bu Wawan. Suasana yang kami temui serupa: hangat dan penuh keramahan, meski kali ini hanya Bu Wawan yang pertama kali menyambut kami di rumah. Senyumnya begitu lebar, matanya berbinar-binar menyambut kedatangan kami. Antusiasme beliau langsung terasa, menghapus segala rasa lelah perjalanan. Obrolan pun mengalir begitu saja, layaknya sungai yang tak pernah kering, dari satu cerita ke cerita lainnya, penuh canda dan tawa. Kebetulan, waktu Ashar telah tiba dan saya belum menunaikan sholat. Saya pun memohon izin untuk segera melaksanakannya. Dengan sigap, Bu Wawan mempersilakan. Saat menghadap kiblat, ingatan saya langsung melayang ke masa lalu, ke rumah di Jalan Madura No. 9. Arah itu yang selalu menjadi pa...

Silaturahmi Ke Pak Rochim - Ibu Rochim.

Image
  Silaturahmi Setelah Takziah Begitu selesai dari acara takziah, kami langsung meluncur menuju POH, perumahan dinas lama tempat kami pernah tinggal sebelum pensiun. Mas Dodik, sopirnya Pak Sidang, hanya tersenyum kecil saat melewati pos penjagaan. Dari dalam mobil aku menyapa para satpam yang berjaga, baik di gerbang PLN maupun di gerbang POMI.  Alhamdulillah, mereka masih mengenaliku, jadi aku tidak perlu turun dari mobil cukup melambaikan tangan sambil basa-basi sok akrab. Hehehe... Sesampainya di Jalan Lombok 6, mobil kami berhenti. Rumah terlihat sepi, tidak ada seorang pun yang keluar menyambut. Untungnya, Mas Dodik hafal mobil-mobil yang biasa terparkir di sana, sementara aku sendiri jujur saja kurang bisa mengenali merk dan model mobil. Entah kenapa memang tidak terlalu tertarik untuk mengingat detail begituan. Kami mengetuk pintu cukup lama, bahkan istriku ikut membantu. Setelah beberapa ketukan, barulah tuan rumah keluar. Rupanya mereka belum siap menerima tamu, j...

Senin yang Penuh Pelajaran Hidup

Image
  Senin yang Penuh Pelajaran Hidup Senin, 18 Agustus kemarin, meski kondisi keuangan sudah menipis, saya tetap memaksakan diri untuk hadir dalam sebuah acara penting: takziah . Rasanya tidak mungkin untuk tidak datang, karena yang berpulang adalah teman sekantor saya sendiri saat masih belum pensiu. Seorang wanita penuh keceriaan, sosok tangguh, single parent yang selalu berusaha menutupi penderitaannya dengan senyum. Suasana di Rumah Duka Rumah almarhumah berada di Paiton View , tepat di seberang Rumah Makan C’BEZT Fried Chicken, Paiton. Saya tiba sekitar pukul dua siang. Yang menyambut kedatangan saya adalah anak laki-lakinya, Ivon , satu-satunya anak yang baru saja lulus dari Universitas Negeri Malang (UM), jurusan IT. Ia sempat menjalani PKL di POMI, tempat yang sama dengan ibunya bekerja. Tak lama kemudian, sang nenek—ibu dari almarhumah—ikut keluar menemui. Beliau adalah pensiunan guru SD. Kehadirannya membuat percakapan yang awalnya agak kaku menjadi lebih cair, penuh s...